Kamis, 07 April 2011

Penafsiran Sistem Kata Kerja (Verbal) Ibrani Hiphil dan Piel

Hiphil dan Piel:
1.      1 Raja-raja 17:10

וּלְמִיָּמִ֗ים אֲשֶׁ֙ר צִוִּ֤יתִי שֹֽׁפְטִים֙ עַל־עַמִּ֣י יִשְׂרָאֵ֔ל וְהִכְנַ֖עְתִּי 

אֶת־כָּל־אוֹיְבֶ֑יךָ וָאַגִּ֣ד לָ֔ךְ וּבַ֖יִת יִֽבְנֶה־לְּךָ֥ יְהוָֽה׃

sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku akan menundukkan segala musuhmu. Juga Aku beritahukan kepadamu: TUHAN akan membangun suatu keturunan bagimu. (TB-LAI)

Penjelasan:
Pada ayat ini terdapat contoh Hiphil yaitu ‘menundukkan’ (כָּנַע) dan ‘beritahukan’ (נָגַד) dan Piel ‘mengangkat’ (צָוָה). Kita dapat melihat bahwa ketika Allah mengangkat (memerintahkan) hakim-hakim, Allah sendirilah yang telah melakukannya. Namun ketika Allah menundukkan segala musuh Israel, dalam hal ini Allah dalam arti menyertai bangsa Israel, Allah sebagai pendorong, Allah adalah penyebabnya, bangsa Israel ikut berperan dalam menundukkan musuh-musuhnya. Ketika Allah memberitahukan kepada Israel, bentuk hiphil ini sedikit membingungkan. Apakah Allah juga sebagai penyebab informasi ini tersampaikan namun melalui perantara (entah itu siapa?) atau jika tetap mengikuti ketentuan hiphil dimana objek ikut berperan, maka Israel sebagai perantara. Bisa jadi Israel sudah mengetahui bahwa Allah akan memberikan keturunan dengan mengingat janji Allah akan Abraham, dengan kata lain Allah mengingatkan kepada Israel tentang perjanjian tersebut.

Hiphil
1.      Kejadian 2:22

וַיִּבֶן֩ יְהוָ֙ה אֱלֹהִ֧ים׀ אֶֽת־הַצֵּלָ֛ע אֲשֶׁר־לָקַ֥ח מִן־הָֽאָדָ֖ם לְאִשָּׁ֑ה 

וַיְבִאֶ֖הָ אֶל־הָֽאָדָֽם׃

Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. (TB-LAI)

Penjelasan:
Kata ‘dibawa-Nya’ merupakan bentuk hiphil dari stem בּוֹא yang artinya ‘masuk’. Menarik di sini, Allah membawa seorang perempuan yang dibangun-Nya kepada manusia itu namun bukan Allah yang sepenuhnya mendatangkan seorang perempuan kepada manusia itu. Allah sebagai penyebab perempuan itu dapat datang kepada manusia itu. Perempuan sebagai objek ikut melakukan proses datang. Menarik lagi ketika ditafsir bahwa, pasangan yang Tuhan ciptakan untuk kita tidak akan datang dengan sendirinya karena Allah, namun juga harus ada pengaruh dari pasangan tersebut untuk mau datang kepada pasangannya. Mungkin dapat juga dilihat bahwa Allah memang menciptakan pasangan yang sepadan untuk manusia, namun apakah pasangan sepadan itu juga mau datang kepada manusia tersebut? Maka setelah perempuan itu benar-benar datang kepada manusia itu, terbuktilah cinta sejati mereka. (kalau manusia laki-laki dan perempuan ditafsir sebagai sebuah person, maka mungkin alasan mengapa perempuan itu tidak dapat menolak adalah karena pertanyaannya: mau sama siapa lagi?? Hehehe). Lebih menarik lagi ketika melihat teks secara keseluruhan di mana perempuan diberikan sebagai ‘penolong’ bagi manusia. Allah juga sering digambarkan sebagai ‘penolong’ (Mzm 33:20; Ul 33:7) namun bukan berarti Allah patuh pada siapa pun. Cerita ini bukan mengenai hakikat perempuan, melainkan martabatnya dalam lembaga perkawinan. Wanita dimaksudkan untuk menjadi tempat di mana laki-laki memperoleh dukungan dan dorongan serta kekuatan.

2.      Kejadian 6:13
וַיֹּ֙אמֶר אֱלֹהִ֜ים לְנֹ֗חַ קֵ֤ץ כָּל־בָּשָׂר֙ בָּ֣א לְפָנַ֔י כִּֽי־מָלְאָ֥ה הָאָ֛רֶץ חָמָ֖ס מִפְּנֵיהֶ֑ם וְהִנְנִ֥י מַשְׁחִיתָ֖ם אֶת־הָאָֽרֶץ׃
Berfirmanlah Allah kepada Nuh: "Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi. (TB-LAI)

Penjelasan:
Menarik ketika melihat ayat ini bahwa Allah memusnahkan (baca: menghancurkan dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan destroy) segala makhluk di Bumi menggunakan system kata kerja hiphil. Maka di sini Allah sebagai penyebab makhluk dimusnahkan namun makhluk dan bumi ikut berperan dalam penghancuran ini. Hal ini menarik karena banyak teori sains yang mengatakan bahwa memang ketika itu terjadi pelelehan gletser secara besar-besaran sehingga dunia ‘kebanjiran’. Apakah paham ini dapat diafirmasi? Menurut saya boleh-boleh saja. Kita juga melihat bahwa tidak hanya Yahudi yang memiliki mitologi ini, Babylonia, Mesopotamia, dan bangsa-bangsa sekitar juga memilikinya. Hal ini juga didukung oleh tradisi Priest yang menganalogikan bahwa banjir bukan diakibatkan oleh karena hujan, namun karena pertemuan kembali air di atas dengan air di bawah, dengan kata lain saya menafsirkannya langit di atas sebagai pemanasan global dengan air di bawah (mungkin saja gletser tadi). Jangkauan pun sangat luas dalam kisah tradisi Priest, mencakup kerusakan seluruh kosmos dan membawa kembali kepada suasana kacau di jaman purba. Ketika menonton film ‘Water World’ di mana bumi berupa lautan secara keseluruhan dan manusia berusaha mencari daratan, saya jadi membayangkan bahwa konteks film tersebut mungkin dapat digambarkan seperti terjadi setelah bumi ‘kebanjiran’? Maka juga ada penekanan bahwa Allah memang penyebab terjadinya pemusnahan namun makhluklah yang berperan dalam pemusnahan diri mereka sendiri. Kita dapat juga menghubungkan kepada teologi ekologi ketika saat ini manusia begitu tidak pedulinya dengan alam, mungkin saja kejadian ini akan terjadi dalam skala kecil (walaupun janji Allah dengan tanda pelangi diceritakan, namun kalau bencananya berskala kecil bisa-bisa saja kan? Toh hal tersebut merupakan hak preogatif Allah sebagai pencipta).

Piel:
1.      Keluaran 12:25
וְהָיָ֞ה כִּֽי־תָבֹ֣אוּ אֶל־הָאָ֗רֶץ אֲשֶׁ֙ר יִתֵּ֧ן יְהוָ֛ה לָכֶ֖ם כַּאֲשֶׁ֣ר דִּבֵּ֑ר וּשְׁמַרְתֶּ֖ם אֶת־הָעֲבֹדָ֥ה הַזֹּֽאת׃
Dan apabila kamu tiba di negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang difirmankan-Nya, maka kamu harus pelihara ibadah ini. (TB-LAI)

Penjelasan:
Dalam hal ini, Allah sendiri yang berfirman untuk memberitahukan Israel untuk memelihara ibadah ini. Dalam ay.27 dijelaskan bahwa arti ibadah ini adalah korban perayaan paskah. Allah sendiri yang mengingatkan melalui firman-Nya secara langsung untuk mengingat hal ini. Hmm. Sebenarnya saya sedikit bingung menafsirkan bagaimana lagi. Namun melihat konteksnya, dalam bagian tradisi Yahwis ini Musa mendekati para penatua, pemimpin yang bertanggung jawab atas terlaksananya perintah Allah. Upacara darah ditekankan di sini. Pertanyaan anak tentang arti ibadah tidak hanya bersifat historis namun merupakan pertanyaan yang disusun untuk menafsirkan masa lampau dari sudut pandang masa kini. Merayakan paskah berarti menyusuri perjalanan antargenerasi dan bersatu di dalam pengalaman yang dapat saja mempersatukan seluruh bangsa dan menjelaskannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar